• 0812 2144 9950

23 Jul

Servus! Itu adalah sapaan yang sering saya dengar selama saya berada di kota Munich selain itu ada sapaan khas yaitu ,,Grüβ Gott“ sama halnya seperti moin di nord. Sedikit mengingat postingan pertama bagaimana saya bisa sampai ke jerman melalui jalur Au-pair . bagaimana saya bisa mengatasi kultur shock dengan cepat. Awal kedatangan banyak sekali dokumen yang harus di persiapkan dan banyak sekali laporan yang harus saya lakukan sebagai Warga Negara Asing. Pergi ke Rathaus, Pergi ke Bank, daftar les bahasa Jerman. Semua saya lakukan sendiri sebelumnya memang di beritahu kawan saya yang sudah ada disana tapi untuk eksekusi saya lakukan sendiri. Sampai Hostfamily saya kaget karena saya melakukannya dengan sendiri dan menyelesaikannya dengan cepat. Banyaklah bertanya dan baca di internet sebelum melakukan suatu hal yang baru sehingga sudah mempunyai bayangan. Karena orang jerman sangat menyukai ketika kita bisa mandiri. Mereka hanya sebagai fasilitator. Ketika ada hal yang tidak dimengerti maka minta jelaskan 2x atau ulangi setiap perintah.

Dan mari kita bercerita mengenai tahun kedua saya di Jerman. Saya sudah mengikuti program FSJ atau yang disebut Freiwilliges Soziales Jahr  ada pula program BFD Bundes Freiwiliges Dienst. itu semacam volunteer. Program ini banyak juga diikuti oleh anak sekolah yang baru lulus dan menunggu apakah masuk ke universitas atau ke Ausbildung. Karena kadang beberapa Tempat ausbildung memiliki syarat untuk pelamarnya memiliki pengalaman dalam bidang tertentu . untuk Studium pun harus melakukan vorpaktikum. Karena kultur di jerman dari umur 16 tahun sudah mandiri bahkan kadang ada yang sudah keluar dari rumah. Maka pemerintah jerman membuka program ini . semua dalam program ini ada di bidang social. Dilihat dari sejarahnya memang pada jaman dulu program ini adalah program pengganti wajib militer. Program ini memang bervariasi jangka waktunya dari 6 bulan, 1 tahun dan maximal 1,5 tahun. Dan saya mengambil 1,5 tahun karena pada sampai bulan juli saya belum menemukan Stelle untuk memperpanjang izin tinggal. Saya bekerja di Kinderkrippe (playgorup) untuk anak 0-3 tahun. Pernah dengar caritas? Organisasi yang di bentuk gereja katolik di jerman dan sangat terkenal di dunia. Pihak pemberi kerja saya adalah Caritas tapi untuk FSJ caritas memiliki Organisasi kecil lainnya yaitu BDKJ. Tapi mereka 1 induk. Masa pencaharian Stelle untuk FSJ ini saya lakukan dari bulan Desember dan program ini di mulai rata-rata setiap September. Bukan tanpa halang rintang saya bisa mendapatkan Stelle di Kindergarten banyak penolakan karena saya tidak memiliki tempat tinggal pasti di Jerman dan pihak dari penyewa rumah akan memberikan sewa ketika sudah pasti mendapatkan kontrak kerja. Maka mengirim banyak lamaran untuk menyewa rumah pun banyak saya lakukan. Untuk bidang sosial yang lain memang sudah disediakan tempat tinggal karena sangat dibutuhkan bantuan orang asing tapi Karena saya memang suka anak kecil terutama bayi itu mempermudah saya berkomunikasi maka saya memutuskan untuk tetap mencari di Kinder karena bahasa Jerman saya sangat baku dan juga bisa melatih pembelajaran Bahasa Jerman balita-balita tersebut. Walaupun banyak dari mereka masih menggunakan bahasa anak-anak yang kadag tidak saya mengerti tapi saya bisa koreksi. Itu adalah kelebihan saya ketika saya berada di Kinderkrippe , dan saya tuliskan juga dalam surat lamaran. Tidak menutup kemungkinan pula untuk mendapatkan Stelle di bidang yang lain seperti Altenpflege, Menschen mit Behinderte, atau bahkan Krankenschwester. Saya menyebar banyak sekali surat lamaran. Entah berapa puluh dan tidak hanya di kota munich. Pihak pemberi kerja paling terkenal adalah AWO, DIAKONIE, CARITAS, BRK, IB. Rata-rata mereka memberikan 600 euro per bulan(brutto). Saya mendapatkan gaji cukup besar lebih dari 600 Euro tapi tinggal di Munich dengan Wohnmiete 340 Euro setengah dari gaji membuat saya banting tulang mencari kerja tambahan karena saya harus membeli tiket bulanan sendiri. Saya mencari pekerjaan tambaha90n memang untuk kerja tambahan di perbolehkan oleh pemberi kerja sekitar 8 jam per minggu.  tapi untuk orang asing harus selalu berhubungan dengan pihak imigrasi dan pihak imigrasi tidak memperbolehkan. Saya sedikit nakal tidak lapor karena memang tidak bisa hidup. Saya kerja sebagai Babysitter, dan Cleaning service. Proses sebelum penerimaan FSJ pun lumayan panjang dokumen yang biasanya diminta yaitu surat kelakuan baik atau fuehrungszeugnis dan attest. Dalam proses melamar kita wajib mempunyai 2 dokumen tambahan tersebut. Ketika kita sudah diberikan surat rekomendasi dari pemberi kerja atau dari sekolah maka itu gratis dan dikirimkan hasilnya lewat pos. mondar-mandir seperti itu adalah hall lumrah bagi orang asing yang ingin memperpanjang izin tinggal. Saya harus hospitasi ke Kinderkrippe dikarenakan ini berhubungan dengan anak kecil dan layaknya anak kecil ada factor psikologi yang memang mengharuskan berkenalan dengan anak terlebih dahulu.itulah sebabnya kekurangan Stelle di Kinderkrippe selain 2x hospitasi juga 2x menunggu keputusan, harus mencari rumah sendiri. Untuk yang melamar dari Indonesia ini banyak sekali tantangan dan to do list  Tujuan awal saya kuliah Master di Jerman maka saya tidak lupa selalu belajar dan mengikuti ujian kebahasaan. Pada saat saya Au-pair pun saya mengikuti B2 hanya kurang 4,5 point untuk lulus dan selanjutnya saya melakukan C1 karena saya mau mengambil Master DaF (deutsch als Fremdsprache) di LMU dan saya sudah meminta formulir kepada internasional office sekaligus melakukan pengecekan apakah ijazah saya di akui atau tidak dan pihak universitas sudahapprove ijazah saya bisa di akui di Jerman . tetapi hanya 2 Subjects yang bagus nilainya. Dan terakhir tes kebahasaan yang saya lakukan demi mendapatkan kursi di universitas yaitu Test DaF. Lagi-lagi hanya 2 Subjects yang lulus. dalam waktu bersamaan saya melamar juga untuk Ausbildung Kinderpflegerin. Banyak hal yang memang harus saya lakukan baik untuk stadium maupun untuk ausbildung. Setelah mendapatkan surat dan diperintahkan untuk mengecek ijazah oleh pihak sekolah ausbildung maka pergilah saya ke Anerkennungsamt yang ada di kota munich jadi Amt itu hanya ada di ibu kota negara bagian. Dengan membawa surat rekomendasi dari sekolah. Setelah 3 hari saya mendapatkan hasilnya dan hasil tersebutdi kembalikan kepada pihak sekolah. 4 hari kemudian saya mendapatkan undangan test tertulis bahasa Jerman dan tes lisan. Salah satu teman saya memberitahu memang itu ada 1 Stelle lagi jadi harus cepat. Pihak yang mewawancara tidak menemukan masalah dalam Deutsch Test tapi saya tidak mendapatkan Stelle itu karena ada pelamar pribumi yang di prioritaskan. Untuk ausbildung diminta sertifikat B2. Saya melamar ketempat lainnya dan test wawancara panjang lebar. Tapi mungkin karena bukan rezekinya akhirnya tidak diterima. Untunglah pihak Kinderkrippe mau membantu saya memperpanjang kontrak dan saya melanjutkan samapai bulan Februari.

Selama 6 bulan terakhir saya sudah melamar ausbildung dan Studium di jurusan lain di kota Hamburg.Sudah lelah mengejar DaF akhirnya mencari jurusan yang memungkinkan dan saya minati. Jatuhlah pada jurusan Languages and cultures of southeast asia  jurusan untuk kuliah tersebut memang dalam Bahasa Inggris. Saya langsung meluangkan waktu bertanya kepada profesor dan pihak universitas apakah saya memungkinkan Accross major. Syarat IELTS atau TOEFL B2 harus sudah ditangan . saya langsung membooked ujian IELTS di kota Munich sayangnya nilai IELTS keluar setelah pengumuman universitas dan ternyata IELTS saya kurang 0,5 tapi proffesornya sudah menjamin saya masuk ketika IELTS baru saya masuk. Setibanya di Indonesia saya langsung test IELTS dan alhasil nilainya genap untuk B2 . dan saya langsung mengirimkan kembali semua berkas dibantu oleh kawan-kawan yang ada di Jerman dengan deadline yang lastminute. Pada bulan Mei saya mendapatkan Zulassung dari Universität Hamburg. 4x gagal ujian belajar di sela-sela jadwal kerja. Uang habis dengan membayar ujian tapi bukan berarti kita tidak bisa mencapai mimpi kita. Ini bukan dari akhir perjuangan dan banyak teman-teman yang lebih susah perjuangannya demi mencapai cita-cita. Proses tidak pernah mengkhianati hasil. Tulis mimpi kalian lakukan hal kecil yang bisa kalian lakukan kalau jatuh jangan lupa bangun lagi. Setelah saya mendapatkan Zulassung ini tantangan paling berat adalah membiayai kehidupan sehari-hari dan mencari pekerjaan karena saya pindah ke tempat yang baru bukan lagi di Munich, bukan lagi di Bayern. Saya bekerja selama 6 bulan di Maxima untuk Sharing juga bagaimana kerasnya Jerman kalau kalian Cuma mau numpang eksis dan mendapatkan pengakuan pikir ulang.

Saya pernah operasi gigi bungsu 4 sekaligus di Jerman itu yang membuat saya pergi mondar-mandir UGD , saya pernah radang tenggorokan yang saya kira itu demam biasa sampai saya periksa kedokter jalan tanpa ada orang yang mendampingi. Sering mengirit makanan selama seminggu demi mengurangi pengeluaran sampai gajian tiba. Kerja 3x dalam satu hari dari jam 8 pagi sampai jam 1 malam hari berikutnya. Itu hal yang normal ketika berada di perantauan. Tapi banyak hal yang sangat menyenangkan saya bisa belajar mandiri, belajar traveling sendiri, belajar menyusun rencana kedepan, tepat waktu, dan bisa liburan seru. Sekian sesi sharing kali ini semoga bisa ada bayangan ruwetnya birokrasi jerman, tantangan yang akan sering di lalui. Sampai berjumpa di Jerman!

 

Leave a Comment

Contact Us On WhatsApp